Perilaku Perokok

Saya telah melakukan pengamatan secara informal terhadap orang-orang yang mempunyai kebiasaan merokok. Pengamatan yang tidak menggunakan alat bantu, artinya tanpa menggunakan instrument danalat perekam ini, saya lakukan terhadap perilaku-perilaku yang intens yang dilakukan para perokok di tempat-tempat umum. Dari pengamatan tersebut, saya dapat menyimpulkan tiga sikap atau perilaku yang cenderung negative yang melekat pada diri perokok sebagai berikut.

Pertama, para perokok cenderung berperilaku egois. Para perokok cenderung menikmati rokoknya tanpa menghiraukan keberadaan keberadaan orang lain. Asap yang dihasilkan dari rokokyang dihisapnya, dengan sekehendak hati dihembuskannya ke udara melalui mulut atau hidungnya. Sementara orang lain, terutama wanita yang berada di dekatnya sibuk mengipas-ngipaskan asap agar menjauh dengan bantuan koran, majalah, buku, kipas yang ada di tangannya atau dengan mengipas kelima jari yang dirapatkan. Ada pula yang menutup hidungnya dengan sapu tangan agar asap tidak ikut terhisap ketika bernafas. Namun seringkali, perilaku orang-orang di sekitarnya tersebut tidak dipedulikan oleh perokok ketika mereka merokok. Perokok cenderung egois karena tidak menghiraukan orang lain yang tergangguoleh asap rokoknya.

Kedua, perokok cenderung berperilaku ‘jorok”. Lihatlah para perokok, ketika secara mendadak ia harus membuang puntung (sisa potongan rokok yang hampir habis dihisap), misalnya karena bertemu orang lain yang disegani, atau ketika mobil jemputan yang ditunggu tiba-tiba dating, atau karena punting tersebut memang harus dibuang karena sudah pendek dan hamper membakar jarinya, maka mereka segera mencari-cari sudut untuk membuang punting rokoknya. Namun, bila tidak menemukan tempat membuang punting, maka jadilah lingkungannya sebagai asbak terbesar di dunia, karena mereka akan demikian saja melempar punting tersebut. Kadang-kadang pula punting yang sudah dibuang tadi dilumatnya menggunakan kaki bersepatu.

Belum lagi, debu rokok yang dibakar tadi akan berserakan tertiup angin ketika rokok digerakkan dari bawah ke atas menuju mulut. Dalam bus kota yang membiarkan penumpang merokok, tidak menutup kemungkinan debu rokok tersebut menjadi pemicu percekcokan antara perokok dengan penumpang lainnya yang terkena serpihan debu rokok.

Perokok juga cenderung memiliki kebiasaan membuang ludah di sembarang tempat. Entah mengapa, pada saat merokok mereka melakukan selingan dengan membuang ludah. Dapat dibayangkan, apabila merokoknya di dalam ruangan atau di tempat yang bersih. Tetapi, dalam ruagan seperti itu, atau dalam kondisi formal, meludah atau membuang ludah tetap dilakukan dan mereka akan mencari sudut-sudut yang tampak kotor atau paling kotor, untuk membuang ludahnya.

Ketiga, para perokok cenderung keras hati. Pada umumnya perokok mengetahui atau menyadari bahwa dengan merokok dapat mengganggu kesehatan. Namun, apabila mereka diingatkan akan bahaya tersebut, mereka cenderung tidak menghiraukan. Meski diperingatkan atau pun diberitahu, mereka tetap melakukan kebiasaan merokoknya. Meskipun pernah jatuh sakit, sejenak  akibat kebiasaan merokoknya itu, mereka dapat berhenti merokok. Selanjutnya ketika sudah benar-benar pulih, kebiasaan merokok dilanjutkan kembali atau berlanjut lagi tanpa disadari. Kembalinya kebiasaan merokok tersebut biasanya lebih besar dipengaruhi oleh teman-teman sepergaulan.

Demikian pengalaman pengamatan saya terhadap kebiasaan atau perilaku yang menyertai dan umum terjadi pada saat pecandu rokok menghisap rokoknya. Asap rokok yang dikeluarkannya sudah dapat menyumbang polusi yang terjadi. Di samping mengganggu lingkungan, perilaku sampingan yang ditimbulkan akibat kebiasaan merokok dapat menjadi pemicu goyahnya keharmonisan hubungan interpersonal.

Tentang toetshare

Dengan latar belakang pendidikan psikologi, ilmu pendidikan (pendidikan kecakapan hidup) dan pengetahuan kesehatan (UKS), saya ingin berbagi tentang manfaat hidup dan bahwa hidup itu indah.... :)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s