Tes Urine, Perlukah?

“Wah, Di sekolah kami sudah melaksanakan tes urine, Bu. Di sekolah kami bebas, tidak ada murid yang pecandu.” Demikian ungkapan bangga seoang Kepala Sekolah ketika saya berkunjung ke sebuah sekolah menengah atas (SMA) di suatu daerah. Saya hanya senyum,kemudian bertanya lebih lanjut:”Siapa yang melaksanakan tes urine tersebut?” Bapak KEpala sekolah yang bangga tadi menjelaskan bahwa tes dilakukan secara massal oleh Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat setempat. Lagi-lagi saya tersenyum dan kini bertanya dalam hati, “Benarkah hasil tes urine yang telah dilakukan dapat membuktikan bahwa di sekolah tersebut benar-benr ‘clean’, artiya di sekolah tersebut benar-benar tidak terdapat anak yang menjadi pecandu Narkoba?”

Benarkah upaya yang telah dilakukan kepala sekolah tersebut? Benarkah melakukan tes urine secara massal untuk mendeteksi ada tidaknya peserta didik yang menjadi pengguna atau pecandu Narkoba di sekolah? Ternyata, upaya tes urine secara massal ini kurang atau bahkan tidak tepat bila digunakan untuk mengetahui apakah di suatu sekolah atau di sebuah istansi terdapat peserta didik atau karyawan yang menggunakan Narkoba.

Informasi yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan Repubik Indonesia dalam suratnya bernomor: 221/MENKES/III/2001, yang ditujukan kepada Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia bahwa “ Analisis urine untuk Narkoba, tidak dianjurkan untuk dilakukan secara massal dan tidak merupakan bagian dari persyaratan masuk sekolah, kuliah atau menjadi karyawan. Hal ini disebabkan karena tingginya false positive (positif semu), di samping bukan jaminan tidak adanya Narkoba apabila pemeriksaan hasilnya negatif.

Di samping itu, penetapan atau diagnosis tentang ketergantungan seseorang terhadap Narkoba (menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO) ditentukan oleh adanya simptom-simptom dan tanda-tanda klinis, hasil-hasil pemeriksaan fisik, laporan pihak ketiga, penemuan zat dan parafrenilia (barang/alat yang digunakan untuk memasukkan zat ke dalam tubuh) milik pasien serta pemeriksaan laboratorium dobutuhkan keterampilan professional untuk mendiagnosis secara tepat.

Untuk Narkoba jenis opioida, apabila diperiksa secara analisis urine hasilnya positif, hanya bermakna bila di dalam urine orang tersebut terdapat kandungan opioida (jika memang benar-benar urine berasal dari orang  yang bersangkutan, karena umumnya ada kecenderungan mengelabui pemeriksaan). Pemeriksaan hanya bersifat kualitatif, tidak kuantitatif. Pemahaman hasil yang keliru dapat menimbulkan interpretasi yang menyesatkan.

Berhubung banyaknya jenis-jenis Narkoba yang disalahgunakan (mulai opioida atau putaw, metamfetamin atau shabu, MDMA atau ecstacy, kannabinoid atau ganja, sampai beragam zat lainnya), maka pilihan untuk menentukan jenis zat yang akan diperiksa juga memerlukan keterampilan dan keahlian tersendiri. Half life atau lamanya zat di dalam tubuh juga sangat bervariasi. Ada yang hanya beberapa jam, da nada yang sampai berminggu-minggu, zat baru dapat hilang dari dalam tubuh. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu dipahami dalam melakukan pemeriksaan laboratorium (urine) untuk mendeteksi adanya Narkoba di dalam tubuh seseorang, yaitu:

  1. Mengetahui jenis zat yang akan diperiksa sesuai dengan hasil wawancara dan pemeriksaan gejala fisik yang terlibat
  2. Cara pengambilan urine dan rantai penyerahanurine ke laboratoriium. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi sampel yang tidak semestinya (urine orang lain)
  3. Mengetahui kemurnian urine dan memastikan tidak dicampur oleh zat lain (dengan melihat warna dan suhunya)
  4. Mengetahui zat atau obat lain yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan zat (missal:obat batuk, obat penenang dari dokter, dan sebagainya)
  5. Mengetahui lama obat dapat terdeteksi dalam tubuh seseorang sehingga tidak memberikan hasil yang palsu.

Berikut ini jenis dan perkiraan waktu deteksi obat dalam urine seseorang

No.

Jenis Zat/Narkoba

Lama Terdeteksi

1.

Amphetamin 2 hari

2 .

Benzodiazepam 3 hari

3.

Alkohol 1 hari

4.

Ganja 2 – 3 minggu

5.

Kokain 2 – 4 hari

6.

Kodein 2 hari

7.

Heroin 1-   2 hari

8.

Morfin 2 – 5 hari

9.

Methadone 3 hari

Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan, jelaslah bahwa tidak mudah untuk mengidentifikasi apakah seseorang mengonsumsi Narkoba atau tidak. Sebelum melakukan pemeriksaan urine, setidaknya kita harus mengetahui lebih dulu berdasarkan ciri-ciri fisik, apakah seseorang patut dicurigai bahwa ia mengonsumsi Narkoba. Baru kemudian untuk memastikannya perlu dilakukan tes laboratorium atau pemeriksaan urine di laboratorium. Pemeriksaan urine ini pun tidak dapat dilakukan secara massal dan tiba-tiba, karena kemungkinan seseorang tidak menggunakan urine-nya sendiri untuk pemeriksaan dan mengingat half life obat di dalam tubuh yang sangat bervariasi sesuai jenis yang dikonsumsi. Dapat saja, seseorang yang menggunakan ganja saat ini, ktika urinenya diperiksa ternyata hasilnya negative karena sifat ganja yang baru dapat terdeteksi setelah 2-3 minggu. Sebaliknya, seseorang yang sedng mengonsumsi obat penenang dengan pengawasan dokter, ketika diperiksa hasilnya dapat positif, adahal ia bukan pemakai Narkoba.

Di samping itu, sebagaimana tercantum pada Surat Menteri Kesehatan tersebut di atas, pemeriksaan zat analisis urine hanya digunakan  untuk keperluan klinis (follow up pasien ketergantungan Narkoba atau sebagai pemeriksaan pelengkap, membantu menegakkan diagnosis klinis)

Jadi, tidak perlu sekolah atau instansi apapun berlomba dan berbangga bahwa sekolahnya telah melakukan pemeriksaan urine untuk peserta didik barunya atau mendeteksi siswa-siswanya yang mengonsumsi Narkoba.Karena, hasil pemeriksaan yang positif palsu (semu) atau pun negative palsu, kemungkinannya dapat sangat terjadi.

Sumber:

–  Surat Menteri Kesehatan RI No 221/MENKES/III/2001, Jakarta   26 Maret 2001

–   Media Informasi dan Komunikasi Badan Narkotika Nasional    No. 02 Tahun III/2005, halaman 29.

Tentang toetshare

Dengan latar belakang pendidikan psikologi, ilmu pendidikan (pendidikan kecakapan hidup) dan pengetahuan kesehatan (UKS), saya ingin berbagi tentang manfaat hidup dan bahwa hidup itu indah.... :)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s